#under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; }

Cupang Volcano Jogja

Welcome Bos...

Cupang Volcano Jogja Merupakan peternak dan pedagang Cupang adu yang berasal dari kota gudeg Yogyakarta
Thursday, June 18, 2009
Read On 4 komentar

Sejarah Ikan Cupang

Sistematika dan Biologi Cupang

Cupang merupakan ikan asli Indonesia yang diketahui berasal dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Talking Gourami atau Croaking Gourami. Termasuk famili Anabantidae, genus Trichosis, spesies Trichopsis vittatus. Bentuk tubuh sangat langsing dan pipih ke samping. Corak warna sangat bervariasi, tetapi warna dasar tubuh kuning hingga sawo matang dengan punggung berwarna lebih gelap dan bagian perut berwarna lebih muda (kuning sampai putih). Pada sisi badan terdapat garis horizontal berwarna lebih gelap sepanjang dari
mata hingga ekor. Sirip anal, punggung dan ekor tumbuh sempurna memanjang dengan jari-jari sirip yang tumbuh menonjol. Panjang tubuh mencapai sekitar 6,5 - 7,5 cm.

Pemijahan dan Pembesaran Benih Cupang

Cupang jantan dan betina dapat dibedakan dari sirip-sirip dan warna badan. Cupang jantan memiliki jari-jari sirip anal, punggung dan ekor yang tumbuh sempurna sedikit lebih panjang dibandingkan selaput yang menutupinya, sedangkan cupang betina tidak memiliki penonjolan dari jari-jari siripnya. Cupang jantan dewasa kelamin memiliki lebih banyak bintik-bintik hitam di punggung dibandingkan biasanya dibandingkan cupang betina yang tidak memilikinya. Ikan yang dipilih sebagai indukan berumur 6 - 7 bulan. Cupang dengan ukuran panjang tubuh 5 cm sudah siap untuk dipijahkan. Mengingat perkawinan cupang bersifat monogami, maka rasio kelamin antara jantan dan betina harus seimbang. Tempat pemijahan menggunakann akuarium kecil (20 x 40 cm, tinggi 20 cm), baskom, atau toples yang sudah direndam dengan larutan PK untuk menghin
dari jamur dan bibit penyakit. Sebagai media pijah (substrat) digunakan tanaman air atau serabut rafia untuk tempat pelatakan busa. Untuk tanaman aponogeton sebaiknya diberi pecahan genteng untuk mencegah tumbang, eceng gondok bisa diletakkan begitu saja. Cupang dikenal sebagai ikan penyusun sarang busa sebelum melakukan pemijahan. Suhu air ideal adalah 25 oC dalam kisaran 21 oC - 31 oC. Kedalaman air 10 - 15 cm supaya air di dasar tidak terlalu dingin. Setelah penyusunan busa selesai, cupang betina akan meletakkan telur pada busa dan cupang jantan menyemprotkan sperma ke kumpulan telur untuk pembuahan. Telur-telur fertil akan menetas dalam 24 jam pada suhu 24 oC.

Pembesaran

Benih sampai umur 2 - 3 hari tidak pelu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur dalam tubuh. Hari ke-4 mulai diberikan plankton hasil pemupukan. Hari ke-7 sudah bisa diberikan kutu air. Hari ke-10 anak ikan dipindahkan ke kolam pembesaran, dan diberi makanan . Cupang jantan mempunyai bentuk dan warna tubuh yang lebih menarik ketimbang cupang betina, sehingga akan lebih menguntungkan untuk menghasilkan lebih banyak cupang jantan. Dalam masa degenerasi kelamin (telur ikan fase bintik mata yaitu 30 jam setelah pemijahan) diberikan hormon androgen (dilarutkan dalam larutan hormon 17 alpha metiltestosteron 20 mg/liter selama 8 jam). Ikan cupang mempunyai kebiasaan bertarung, biaanya mendekati umur 1 bulan naluri bertarung mulai muncul. mengingat aktivitas bertarung dapat melukai tubuh dan mengurangi keelokan maka penting untuk menghalangi munculnya sifat merugikan tersebut. Penangkar biasanya tidak mengganti
air mulai dari bertelur sampai umur 1 bulan (karena air bersih merangsang aktivitas hormonal cupang yang mengarah kepada agresivitas) dan menggunakan tanaman air hidrilla untuk menghindarkan pertemuan langsung antar cupang yang bisa menyebabkan pertarungan.

Cara rawat cupang aduan..

  1. Ikan yang baru kita beli, atau kita angkat dari kolam harus di letakkan dalam ember (biasa untuk ngaduk semen) warna hitam atau di aqua 1 liter yg di tutup koran samping nya atau dicat selama lebih kurang tujuh hari. Isi air dengan ketinggian 3/4 ember. Usahakan jangan diletak didalam rumah apalagi didalam kamar yang tertutup dari cahaya matahari tapi jangan terkena sinar matahari langsung. Didalamnya kita letakkan selembar daun ketapang kering ataupun daun pisang kering. Berilah makan ikan kutu air atau pun cuk yang sudah disaring. Beri makan jangan di batasi. Beri saja banyak agar ikan tidak tirus (bodi panjang tipis kepala besar).

  2. Gantilah air tersebut setiap 2-3 hari sekali dan kalau makanannya habis beri makan tiap hari. Disaat ganti lihatlah keadaan perutnya. Kalau ikan kotorannya hitam dan menggumpal berarti ikan dalam kondisi yang sehat. Setelah itu masukkan ikan kedalam ember lagi.

  3. Setelah ikan kita diamkan dalam ember telah cukup waktunya (ada ikan yg minta ren lama, ada jg yang ikan tidak lama di ren) ini kita ketahui dengan melihat warna ikan. Kepalanya hitam, warna lebih kontras dan ikan kelihatan lebih ganas apabila kita sandingkan. Sekitar hari Kamis ikan kita angkat dari ember, masukkan kedalam toples Cherry. Beri makan dan lihat kondisi kesehatan ikan. Biarkan ikan selama satu hari dalam toples. Gunanya agar ikan terbiasa dan tidak takut dengan keadaan luar.

  4. Hari Jumat pagi kita lihat didasar toples kotorannya. Apabila ikan telah buang kotoran dan perut ikan sudah kempis berarti siap untuk masuk tahap training. Ikan jangan diberi makan dahulu. Untuk pertama sandinglah ikan selama 15 menit dengan jarak antar toples sekitar tiga jari tangan kita. Biarkan ikan sampai ganas. Usahakan jangan mukul toples dengan kuat. Setelah itu ikan kita putar dengan menggunakan tangguk atau kayu yang ujungnya diberi busa ditutup plastik hitam dan diikat. Putaran pertama boleh kekanan dahulu dan setelah itu kita biarkan sampai airnya tenang. Baru kemudian kita balas kearah kiri. Masalah banyak putarannya kami tidak bisa memberikannya. Sebab ini tergantung ikan anda masing-masing dan kejelian anda dalam melakukan training. Tapi bisa kita lihat dengan kekuatan ikan. kalau ikan kelihatan letih dan tenaganya turun (ini bisa dilihat ikan kalau diputar akan ikut arus ditengah dan menggulung), kita bisa hentikan sebentar baru dilanjutkan kembali. Putaran dihari pertama kita buat perlahan dahulu. Ikuti kemauan ikan. Kalau ikan sudah mulai melawan arus, tingkatkan kecepatan putaran dan lama putaran sampai ikan benar-benar letih.

  5. Biarkan ikan istirahat 15 menit. Posisi ikan biarkan disanding dengan sebelahnya dalam jarak tiga jari kita. Jangan ditutup. Lakukan ini selama 1/2 jam.

  6. Ingat, ikan jangan di jatah makannya. Beri saja banyak. Tapi berinya dengan sedikit-sedikit dahulu. Kalau mau lebih bagus beri makan cuk yang disaring agar pencernaannya tidak mengalami masalah atau bisa juga diberi bloodworm(cacing darah) hidup. Agar ikan mendapatkan suplemen vitamin dan protein yang tinggi. Dalam keadaan ikan diberi makan, tutup sandingannya. Biarkan selama setengah jam.

  7. Buka kembali tutup sandingannya atau sekatnya dengan jarak 3-4 jari tangan (bisa juga sekatnya kita buka setengah), kita pantau ikan sampai kotoran ikan keluar dari perutnya.

  8. Ikan kita ganggu dengan menggunakan kayu tipis dari karet dan bungkus dengan plastik hitam. Caranya kayu kita dekatkan dari luar toples. Bila ikan mendekat dan mau mukul, kita jauhkan. ini dilakukan selama 15 menit. Setelah itu kita ganti air baru yang telah diendapkan selama satu malam. Beri garam dan daun ketapang kering secukupnya. Ketinggian air setengah toples saja.

  9. Di air yang baru, ikan belum selesai kita latih. Toples kita tutup sekatnya, dengan jarak 2 jari tangan. Pertama kali kita buka sekat toples sebelah kanan. bila ikan ngejar terus kita tutup sekatnya. Buka lagi sebelah kiri, bila ngejar kita tutup sekatnya. Lakukan ini selama 30 menit. Setelah itu ikan kita tutup sekatnya. Dan masukkan daun ketapang kering selembar. Kemudian ikan kita usahakan berada ditempat gelap atau bisa juga kita selimuti dengan kain agar gelap.

  10. Ada juga ikan yang harus dirawat banting, airnya kita keringkan hanya sebatas membasahi badannya di dalam toples. Tapi ini dilakukan dengan pengawasan yang ketat. rawat banting maksimal 2-3 kali seminggu dengan durasi maksimal 45 menit. ada juga dengan cara rawat banting dengan medianya box nasi yg terbuat dari stereform, caranya masukan ikan dan beri sedikit air sebatas badan tutup stereform selama 2jam, ingat ini juga hanya dilakukan 2-3seminggu (jangan lupa beri udara pada stereform dengan cara memberi lubang) Dan ada juga ikan yang minta bekap. Maksudnya ikan kita tahan napasnya dalam aqua gelas tanpa udara didalam toples cherry. Masukkan ikan betina muda 4 ekor dalam toples cherry. Ini dilakukan bertahap. Dari 30 menit dihari pertama sampai 2 jam di hari ke 4 latihan. Ini harus diawasi dengan ketat agar ikan tidak mati atau perutnya rusak. Ada juga orang yang menggunakan jantur atau ikan dimasukkan kedalam tabung tinggi 2 meter. Tapi bagi saya ini tidak saya berlakukan. Hampir tidak ada gunanya bagi saya. (untuk lebih lanjut silahkan kirim email ke saya).

  11. Lakukan terus secara rutin sampai pada hari kamis depannya. Ikuti petunjuk dari no.4 sampai no 9. Pada hari kamis sore, ikan kita beri makan banyak. Pantau sampai kotorannya keluar, setelah itu ikan kita istirahatkan ketempat gelap. Hari Jumat ikan jangan diberi makan lagi (untuk main sabtu) dan jangan kita latih, cukup kita buka aja sekatnya agar panas selama 15 menit pagi dan 15 menit sore hari. Kalau diadu hari Minggu ikan pada hari jumat boleh diberi makan.

  12. Pada hari akan bertarung, jam 7 pagi ikan kita masukkan dalam toples cherry, Sandingkan ikan selama setengah jam dengan jarak tiga jari tangan kita. Apabila ikan telah ganas, ikan kita masukkan kedalam botol selai atau botol nescape. Tutup dengan kertas. Ikan siap dibawa kearena untuk bertarung.

  13. Selamat mencoba, dan semoga berhasil memenangkan pertandingan. Ini merupakan teknik dasar merawat ikan. Tergantung pengembangan anda dan skill anda serta keberuntungan anda.

YM and Chat

Form Untuk Pemesanan

Silahkan mengisi data dan pesanan anda

Nama Pemesan
Nomor Handpone
Alamat
Order Pesanan
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

Home

Jika ada kritik dan saran, harap tidak berbau sara dan tidak saling menghina. kami membuat blog ini untuk mengembangkan dunia Cupang Fighter yang selama ini dianggap buruk. mohon memberikan saran dan kritik yang membangun.. Salam Cupang Volcano Jogja -thx-

Profile

My Photo
Kami merupakan salah satu peternak dan pedagang cupang fighter yang berasal dari JOGJA. kami menyediakan cupang fighter lokal dan import yang berkualitas. pemesanan dapat dilakukan via tlp atau sms Tlp : 0274-9106606 ATAU 085743743339 Alamat : jalan kesehatan blok B 29c Sendowo Yogyakarta (daerah RS. Sarjito)

Followers

Ordership

Pemesenan dapat dilakukan Via Sms atau tlp ke 0274-9106606 atau 085743743339 Transfer dapat dilakukan melalui rekening bank Mandiri 127-000-42490-15 atas nama Fajar Dwi Anggoro

JV_15 ijo toska

JV_15 ijo toska
Maen cepat, kungfu bagus arah pukulan muka dan pangkal perut .. gigi tajam, sisik lumayan, ring kurang tebel, umur 7,5 bulan harga @Rp. 20.000

JV_15 ijo toska

JV_15 ijo toska
Maen cepat, kungfu bagus arah pukulan muka dan pangkal perut .. gigi tajam, sisik lumayan, ring kurang tebel, umur 7,5 bulan harga @Rp. 20.000

JV_15 ijo merah

JV_15 ijo merah
Maen sedang, kungfu bagus, arah pukulan muka dan ring.. gigi tajam, pangkal sedang, sisik lumayan, umur 7,5 bulan harga @Rp. 20.000

JV_15 ijo merah

JV_15 ijo merah
Maen sedang, kungfu bagus, arah pukulan muka dan ring.. gigi tajam, pangkal sedang, sisik lumayan, umur 7,5 bulan harga @Rp. 20.000

JV_12 biru

JV_12 biru
Maen cepat, kungfu bagus arah pukulan pipi.. gigi medium, pangkal sedang, sisik lumayan, ring sedang, umur 8 bulan harga @Rp. 20.000

JV_12 biru

JV_12 biru
Maen cepat, kungfu bagus arah pukulan pipi.. gigi medium, pangkal sedang, sisik lumayan, ring sedang, umur 8 bulan harga @Rp. 20.000